Senja, entah mengapa aku selalu menunggu senja entah
benar-benar menyukainya atau tidak. Seperti senja sore ini yang
mengengingatkanku pada kebesaranNya. Perpaduan antara warna jingga dan kuning
membuat siapapun yang memandang terpukau dan di sebuah kamar di depan bingkai
jendela seorang anak memandang sang senja dengan raut penuh kerinduan.
Kerinduan teramat dalam untuk seseorang yang dicintai namun tak pernah ia gapai
karna baginya mengapai seseorang yang ia cintai sama seperti halnya mengapai
bulan, mustahil. Barangkali terlalu rumit untuknya mengatakan cinta
kata-katanya hanya sampai di tenggorokan tidak sampai di mulut. Saat ini yang
bisa ia lakukan hanya berkhayal, membayangkan bagaimana jika cintanya ternyata
berbalas, hanya dengan membayangkannya saja sudah cukup baginya untuk merasa
bahagia dan bersemangat kembali. Ia tidak pernah membayangkan hal buruk jika
ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan, baginya itu hanya membuat dia
semakin di rundung kesedihan, karna cintanya yang teramat dalam. Dia seseorang
yang ia cintai baginya sosok itu sempurna walau pun ia sadar tak ada manusia
yang sempurna tapi baginya dia sudah cukup sempurna untuk hidupnya untuk
mengisi hari-harinya. Ia pernah terluka oleh seseorang di masa lalunya saat ia
mulai percaya dengan cinta ia di sakiti oleh kepercayaanya dan kini saat ia
mulai membuka kembali hatinya ia harus terluka oleh sebuah kenyataan bahwa dia
orang yang ia cintai tak pernah tau tentang rasa yang ia miliki. Cinta itu
terlalu rumit untuknya
Kamis, 16 Maret 2017
Langganan:
Komentar (Atom)



